Istilah freediving muncul dari kata apnea yang berasal dari ungkapan
Yunani yaitu; "a-pnoia" yang berarti 'tanpa bernapas'. Secara harafiah,
kata apnea tidak berhubungan dengan kegiatan air, namun dalam
terminologi saat ini kata apnea digunakan untuk merujuk pada olahraga
freediving (free-diving atau freedive). Freediving adalah penyelaman
kedalam air tanpa melibatkan penggunaan peralatan selam atau alat bantu
pernapasan, tetapi lebih bergantung pada kemampuan seorang penyelam
untuk menahan nafasnya didalam air sampai penyelam tersebut kembali
menuju permukaan. Contohnya yaitu tahan nafas untuk spearfishing,
fotografi freedive, kompetisi apnea, dan sampai tingkat tertentu
termasuk kegiatan snorkeling. Kegiatan yang paling banyak menarik
perhatian masyarakat pada umumnya adalah olahraga ekstrim dari kompetisi
apnea dimana para pesaing berusaha untuk mencapai kedalaman yang dalam,
tahan nafas yang lama (static apnea), dan mencapai jarak yang jauh
(dynamic apnea) dalam satu kali nafas.
Terlepas dari apa yang membuatnya menarik dalam praktek Apnea
(Freediving), Apnea itu merupakan bentuk dari meditasi yang mendalam
yang mengarah pada perubahan yang positif dalam kesadaran seseorang
tentang diri sendiri dan lingkungan disekitarnya dan merupakan salah
satu kemampuan untuk berkonsentrasi. Freediving mengarah pada kondisi
yang lebih baik pada fisik dan mental bagi mereka yang mempraktekkannya
dengan benar.
Mulai berlatih Static Apenea, kemudian Dynamic sampai kemudian mulai Open Water di Pulau Pramuka di kedalaman 20 m.
Mulai berlatih Static Apenea, kemudian Dynamic sampai kemudian mulai Open Water di Pulau Pramuka di kedalaman 20 m.
Ingat !! Jangan pernah menyelem sendirian dan pahami tehnik penyelamatannya.
Pool Session



